TANGGA KEPEMIMPINAN
A. Pemimpin tingkat 1 : Pemimpin karena posisi
Karakter pemimpin karena Posisi :
1. Biasanya jadi pemimpin diposisi ini karena ditunjuk dan disahkan oleh suatu keputusan dari suatu organisasi.
2. Pengaruh sang pemimpin hanya terbatas pada wewenang yang telah ditetapkan dalam peraturan.
3. Ini adalah tingkat kepemimpinan yang paling rendah, dalam posisi ini memang dia punya wewenang , tetapi kepemimpinan sejati itu lebih dari sekedar memiliki wewenang . Kepemimpinan sejati adalah menjadi orang yang akan diikuti oleh pengikutnya dengan perasaan gembira , suka dan rela serta penuh keyakinan untuk mengikutinya.
Dalam keluarga misalnya .. pemimpin karena posisi adalah seperti seorang suami yang saat dinikahkan ..istrinya belum begitu mengenal suaminya , karena pernikahannya dijodohkan oleh orang tuanya ..seperti cerita siti nurbaya…begitu…
Sebagai pemimpin karena posisi , seorang suami memang betul punya hak dan wewenang untuk …ehem…ehem begitu he…he…
Tapi belum tentu sang istri mau mengikuti semua kemauan sang suami, belum tentu istri selamanya mau mengikuti semua keinginan suaminya dengan perasaan gembira dan senang hati.
Kalau sang suami tidak mau meningkatkan kemampuan kepemimpinannya maka suatu saat jika timbul suatu perselisihan , maka dengan mudah istrinya akan minta cerai.
Jika teman-teman jadi seorang pemimpin karena dipilih untuk menduduki suatu posisi , Jangan berlama-lama berada kepemimpinan pada tingkat ini …, semakin lama anda berada pada kemimpinan karena posisi , semakin banyak anak buah anda yang ingin keluar dari kepemiminan anda dan akan membuat semangat dan moral anak buah anda semakin rendah.
Jadi segeralah meningkatkan kepemimpinan anda ke pemimpin tingkat dua.
B. Pemimpin tingkat 2 :Pemimpin karena Hubungan timbal-balik
Kepemimpinan itu dimulai dari hati , dari hati nurani yang dalam bukan tumbuh dari logika di kepala . bukan logika seperti saya atasan anda bawahan . bawahan harus taat kepada atasan..bukan begitu.
Kepemimpinan itu tumbuh dengan baik karena hubungan timbal balik. Bukan karena adanya peraturan yang banyak dan mengikat sampai segala tingkah laku pengikut diatur dalam peraturan..
Seorang yang berada pada tingkat 2 kepemimpinan ini akan memimpin dengan hubungan timbal balik , agendanya bukan memberi perintah tapi memfokuskan pada perkembangan kemampuan bawahanya.
Ada sebuah pepatah yang menggambarkan kepemimpinan sejati yaitu :
“ Anda dapat mencintai seseorang tanpa memimpin-nya , TAPI ANDA TIDAK DAPAT MEMIMPIN ORANG TANPA MENCINTAI MEREKA.”
Ciri khas kepemimpinan tingkat 2 yang harus benar-benar dikuasai yaitu :
1.Memiliki cinta yang tulus kepada anak buah .
2.Membuat bawahan anda menjadi lebih sukses.
3.Mampu melihat lewat mata orang lain/mata bawahanya
4.Lebih mencintai orang daripada mencintai prosedur .
5.Selalu melakukan win-win solution .
Salah satu cara agar bisa memulai menjadi pemimpin tingkat ini adalah „belajarlah untuk bisa mendengar suara bawahan anda.“
Ada sebuah pepatah mengatakan “ Jika anda belajar mendengar maka kesempatan akan mengetuk pintu rumahmu dengan ketukan yang sangat lembut”.
Ada sebuah cerita „guyonan“ yang membuktikan ungkapan tersebut…begini ceritanya suatu hari ketika si A mencoba belajar mendengar…disebuah kost-kostsan, kebetulan saat itu Suasanannya sangat hening ..teman kamar sebelah si B sedang asik memutar musik dengan memakai headphone. Jadi tidak mengganggu keheningan dipagi hari tersebut . Tapi tiba-tiba ada bunyi ketukan lirih di pintu kamar Si B. .“tuk..tuk…”
Si A mencoba mengintip siapa yang mengetuk pintu …eh ternyata janda kembang diseberang rumah lagi membawa roti, sepertinya mau memberi roti untuk Si B sebelah kamar kost Si A…nah ini kesempatan …begitu kata si B yang lagi belajar mendengar . Si A tahu bahwa si B lagi asyik mendengarkan musik dengan headphone , jadi pasti dia lagi „budheg“.
Akhirnya si A bilang ke si janda kembang yang semlohai tersebut..bahwa si B lagi pergi kuliah, mungkin pulangnya sore begitu.., Kemudian Si A akhirnya menanyakan kepada si Janda kembang “ Apa ada yang bisa saya sampaikan ke si B.. ? si janda kembang bilang bahwa dia mau kirim roti ..buat si B .., si A bilang “boleh nanti saya sampaikan ..terus roti yang buat saya mana ? “ ..jawaban si janda kembang yang membuat si A terkejut ..oh mas mau roti juga ya ? ya ..sudah ini buat mas saja ..., eh ngomong-ngomong cewek yg sering kesini itu pacar mas ya, cepat-cepat si A jawab ..oh itu bukan pacar saya, itu temannya adik keponakan dari Om saya koq. Si A kemudian memberanikan diri untuk mengajak ngobrol Si Janda kedalam kamar kostnya ..tapi ternyata si dia bilang nanti malam saja, kuatir masakanya yang ditinggal nanti gosong
Jadi jelas kan dengan Cuma belajar mendengar saja si A sudah dapat kesempatan . sedang si yang lagi budeg dengan headphone kehilangan kesempatan..! dan Kalau dilanjutkan ceritanya ..si A ..malamnya ..pasti dikasih ehm—ehm begitu …maksudnya kasih roti lebih banyak lagi ..begitu..he..he jangan jorok ya mikirnya.
Itu sekedar cerita guyonan …jangan dianggap benaran lho..yang penting kalau kita mau belajar mendengar ..kita akan dapat mendapatkan kesempatan lebih banyak daripada orang yang tidak mau mendengar …he..he
C. Pemimpin Tingkat 3 : Pemimpin karena Hasil
Ditingkat kepemimpinan ini , orang-orang berkumpul untuk mencapai suatu tujuan . mereka bertemu untuk berorientasi pada hasil.
Tingkat kepemimpinan ini ditandai dengan laba yang terus meningkat. Kebutuhan semua orang dalam organisasi terpenuhi. Pertumbuhan organisasi ini akan menjadi momentum yang besar . Memimpin dan mempengaruhi orang pada tingkat ini adalah menyenangkan. Semua Masalah diselesaikan dengan usaha yang minimum. Setiap orang beorientasi pada hasil.
Untuk menjadi perhatian..! jangan mencoba melompati tingkat kepemimpinan ..seperti misalnya melompat dari kepemimpinan tingkat 1 langsung loncat ke tingkat kepemimpinan 3 tanpa melewati tingkat 2 !!, misalnya seorang suami setelah menjadi pemimpin tingkat 1 karena pernikahan , kemudian langsung lompat ketingkat 3 dengan menyediakan materi yang berlebih kepada istrinya , dengan mengabaikan hubungan timbal balik yang bisa menyatukan seluruh anggota keluarga . Karena karirnya yang luarbiasa sibuk mengakibatkan jarang bertemu dan jarang mempunyai waktu yang cukup buat keluarga. Akhirnya istrinya yang JABLAY mencari kompensasi dengan sering keluar rumah, akhirnya ribut dan keluarga itu akhirnya tercerai berai . Jadi setiap tingkat-tingkat kepemimpinan harus dilalui dan tetap terus dipelihara.
Ibarat tangga apabila tingkat kepemimpinan yang dibawah hilang maka runtuhlah semua tingkat kepemimpinan diatasnya .
D.Tingkat 4 : Kepemimpinan karena Pengembangan SDM.
Seorang pemimpin besar lahir bukan karena kekuasanya, tetapi karena kemampuanya memberdayakan orang lain.
Sukses tanpa penerus adalah kegagalan. Tanggung jawab seorang pemimpin adalah mengembangkan orang lain untuk melakukan pekerjaan . Pemimpin sejati dapat dikenali dari anak buahnya yang secara konsisten menunjukkan kerja superior.
Loyalitas kepada pemimpin mencapai puncak paling tinggi ketika para pengikut secara pribadi tumbuh lewat bimbingan pemimpin. Pada kepemimpinan tingkat satu pengikut mau mengikuti karena tugas , pada tingkat 2 pengikut menyukai pemimpinya, pada tingkat 3 pengikut sangat mengagumi peminpinnya, pada tingkat 4 pengikuti loyal kepada pemimpinnya..mengapa ? karena pemimpin tingkat 4 telah merebut hati anak buahnya dengan membantu mereka tumbuh secara pribadi.
E. Tingkat 5,:kepemimpinan tingkat tertinggi: Kepemimpinan karena kehadiran pribadi
Pada umumnya kita semua belum sampai pada tingkat ini . hanya kepemimpinan yang terbukti sepanjang hidup akan membuat seorang pemimpin berada tingkat 5. Pemimpin ini akan dikenang sepanjang masa oleh pengikutnya. Setiap perintahnya akan diikuti secara loyal oleh pengikutnya , walaupun sang pemimpin tidak berada didekatnya , atau bahkan tetap diikuti perintahnya walaupun sang pemimpin sudah tidak ada.
Pemimpin seperti ini mempunyai kesenangan membimbing pengikutnya tumbuh dan berkembang dengan baik. Sang pemimpin menghabiskan waktu bertahun-tahun membimbing dan mencetak pemimpin lainnya. Semua pengikutnya loyal dan bersedia mengorbankan dirinya demi sang pemimpin.
Begitulah kira-kira 5 tingkat kepemimpinan …akhirnya …saya berharap kepada teman-teman dan saya sendir..jadilah pemimpin sejati , jangan jadi Boss. Boleh anda jadi boss kalau anda punya uang banyak . kalau anda gaji bawahan anda dari uang sendiri ..boleh anda bersikap sebagai boss.
Menjadi Boss itu gampang cukup dengan 2 peraturan saja , yaitu :
Peraturan pertama : Boss Tidak pernah salah
Peraturan kedua : Jika Boss salah , maka lihat peraturan pertama.
Kalau jadi pejabat jangan jadi Boss , jadilah pemimpin .
Boss menimbulkan rasa takut, Pemimpin menimbulkan semangat kerja.
Senin, 01 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar